Kamis, 09 Oktober 2025

Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Talang Belido: Menuju Desa Zero Stunting

Jum’at, 10 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Pada saat itu, pemerintah desa bersama para pendamping desa dan stakeholder terkait menggelar kegiatan Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, menghadirkan narasumber berpengalaman yakni Heru Novian, S.T dan Dedi Antoni, S.IP, yang masing-masing menyampaikan materi penting mengenai peran strategis kader dalam mendukung pembangunan manusia berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Talang Belido, Fadli, S.E., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen serius pemerintah desa untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai target "Talang Belido Zero Stunting." Menurutnya, upaya ini harus dimulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa, khususnya para kader yang menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi, pola asuh, serta sanitasi lingkungan.

Tujuan pelatihan ini agar Talang Belido Zero Stunting. Kami ingin seluruh kader memiliki pengetahuan yang memadai, mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat,” ujar Fadli dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para peserta pelatihan.

Pelatihan ini diikuti oleh para Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, perwakilan BPD, perangkat desa, dan unsur PKK. Mereka dibekali pemahaman tentang konsep stunting, penyebab utamanya, serta strategi intervensi gizi spesifik dan sensitif. Materi yang disampaikan narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Narasumber pertama, Heru Novian, S.T, menjelaskan bahwa peran KPM tidak hanya terbatas pada pendataan dan pemantauan gizi balita, tetapi juga sebagai agen perubahan perilaku masyarakat. “KPM harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan warga desa, memastikan program intervensi benar-benar sampai kepada sasaran, terutama keluarga dengan balita dan ibu hamil,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting bergantung pada konsistensi dan keaktifan kader dalam melakukan pendampingan serta penyuluhan di lapangan.

Sementara itu, Dedi Antoni, S.IP memaparkan tentang pentingnya sinergi kelembagaan desa dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Ia mengingatkan bahwa isu stunting bukan hanya masalah gizi, melainkan juga terkait dengan pola hidup bersih, sanitasi, serta ketersediaan air bersih dan pangan bergizi. “KPM harus berani menjadi penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. Bekerja tidak hanya dengan hati, tetapi juga dengan strategi,” tegas Dedi.

Melalui sesi diskusi interaktif, para peserta pelatihan saling berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, sulitnya mengubah pola makan anak, hingga keterbatasan akses terhadap sumber air bersih. Narasumber kemudian memberikan solusi praktis dan pendekatan berbasis komunitas yang dapat diterapkan di masing-masing RT.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata Desa Talang Belido dalam mendukung Program Nasional Penurunan Stunting yang dicanangkan oleh pemerintah. Desa menyadari bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada peran kader yang memiliki dedikasi tinggi, memahami kondisi sosial masyarakat, serta mampu menggerakkan warga untuk hidup lebih sehat dan produktif.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Fadli, S.E. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap pelatihan ini menjadi awal dari gerakan bersama menuju desa sehat tanpa stunting. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap memfasilitasi kegiatan lanjutan seperti pemantauan tumbuh kembang anak, penyuluhan gizi keluarga, serta kampanye sanitasi lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kuat dari berbagai pihak, Desa Talang Belido meneguhkan langkah menuju masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting. Harapan besar disematkan pada para KPM sebagai motor penggerak perubahan sosial, yang akan terus berperan aktif mendampingi masyarakat menuju tercapainya cita-cita bersama: Talang Belido Zero Stunting.

Ditulis Oleh: Hasrul Amri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembukaan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Tangkit Emas Desa Tangkit Standar 2 (S2)

  Jum'at, 17 Oktober 2025 Semangat untuk tetap berdaya dan bermanfaat tidak mengenal batas usia. Hal ini tampak jelas dalam kegiatan Pem...

Terpopuler